Home / Proyek / Pengembangan Science Techno Park sebagai Katalis Penguatan Budaya Iptek dan Inovasi di Indonesia

Hubungi Tim Penelitian Ini

  • Peneliti : Dini Oktaviyanti, S.IP., M.Si.
  • Telepon : (021)5225711
  • Email : dini.oktaviyanti@gmail.com,

Proses Penelitian

Pengembangan Science Techno Park sebagai Katalis Penguatan Budaya Iptek dan Inovasi di Indonesia

  • Koordinator penelitian :Dini Oktaviyanti, S.IP., M.Si.
  • Anggota Penelitian :Anugerah Yuka Asmara, SAP,Muhammad Zulhamdani, M.T.,Purnama Alamsyah, S.E.
Ringkasan penelitian

Sesuai dengan Nawacita Jokowi pada butir tiga yang menyebutkan bahwa Jokowi saat ini ingin membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, serta pada poin tujuh yang menyebutkan Jokowi ingin mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi dan domestik, maka dibuatlah suatu kebijakan yang dapat mengakomodir kedua poin tersebut. Selain itu pembangunan 100 techno park di Kabupaten/Kota dan 34 science park di setiap Provinsi yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi salah satu bagian dalam Buku I Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Pembangunan techno park ini memiliki fungsi sebagai center of excellence (kerjasama dunia usaha/swasta-Pemerintah-Perguruan tinggi) yang dimaksudkan untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional yang fokus pengembangannya disesuaikan dengan potensi sektor yang sedang berkembang di kabupaten/kota terkait. Berbagai pihak yang terkait, pemerintah, swasta, litbang, dan pengelola STP tengah membangun sinergi untuk pengembangan mega proyek STP ini.
Keberhasilan pembangunan STP sebagai salah satu indikator keberhasilan iptek dan inovasi dapat dilihat di berbagai negara yang telah mengembangkan STP. Beberapa STP yang telah dikembangkan di luar negeri seperti Daejeon Science Town di Korea, Zongguanchun Science Park di Tiongkok, Tsukuba Science City di Jepang, dan Technology Park Malaysia (TPM) di Malaysia. Saat ini di beberapa daerah di Indonesia telah terbentuk STP baik atas inisiatif pemerintah, perguruan tinggi, maupun swasta. Diantaranya ada Solo Techno Park di Kota Surakarta, Sragen Techno Park di Kabupaten Sragen Jawa Tengah, Bandung Techno Park, Jababeka Research Center di Kota Mandiri Jababeka Jawa Barat, Agro Techno Park di berbagai Provinsi, serta Puspiptek di Tangerang Selatan Banten. Beberapa tempat menyusul membentuk kawasan itu, diantaranya Cibinong Science Center milik LIPI di Cibinong serta Universitas Indonesia Science Park di Depok Jawa Barat. Selain itu terdapat pula beberapa rencana pembentukan STP di beberapa daerah di Indonesia, seperti STP di Kalimantan Utara, Papua, Sumbawa, Kaur (Bengkulu), dan lainnya yang hingga saat ini masih dalam tahap uji kelayakan untuk dijadikan STP.
Contoh-contoh STP di luar negeri diatas telah menuai sukses dalam menciptakan interaksi antara penyedia dan pengguna teknologi. Diharapkan pengembangan STP di Indonesia juga menjadi wahana yang benar-benar dapat menciptakan interaksi diantara penyedia dengan pengguna teknologi. Lalu apa yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan STP di Indonesia terkait dengan penguatan iptek dan inovasi? Apakah peranan pemerintah, kebijakan pemerintah, sinergi antarpihak terkait, ataukah peran professional di dalamnya. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan tersendiri yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Laporan Penelitian

Luaran Penelitian Lainnya