Kajian Saintometrika Perkembangan Publikasi Ilmiah Keanekaragaman Hayati Indonesia Sebagai Bahan Rekomendasi Kebijakan Arah Penelitian Keanekaragaman Hayati Nasional

Penulis :

Tahun Penelitian : 2016
Penerbit : PAPPIPTEk - LIPI
Nomor Seri penelitian : 2017-01-01-12

Topik

Keanekaragaman hayati, Indonesia, Bibliometrika, Saintometrika, Co-Authorship.


Indonesia merupakan negara kepulauan beriklim tropis yang terletak di antara dua benua yaitu Asia dan Australia serta dua samudera yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Letak geografis, luas kawasan dan banyaknya pulau menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman jenis hayati (kehati) yang sangat tinggi. Meskipun Indonesia disebut sebagai negara mega kehati, namun publikasi yang dihasilkan tidak masuk dalam 30 negara yang produktif dalam penelitian kehati. Kehati telah dikaji dari berbagai perspektif, salah satunya melalui pendekatan bibliometrika dan saintometrika. Kedua pendekatan tersebut dapat digunakan sebagai cara alternatif dan inovatif mengungkapkan tren penelitian global dalam kehati. Adanya gambaran pola publikasi ilmiah kehati dapat membantu mengoptimalkan penelitian ke depan yang dilakukan mengenai kehati Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan publikasi ilmiah internasional kehati Indonesia tahun 1990-2015 dan menganalisis jejaring co-authorship pada publikasi ilmiah internasional kehati Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi kehati Indonesia cenderung mengalami peningkatan dari 1990 sampai dengan tahun 2015. Berdasarkan negara asal institusi penulisnya, sebagian besar publikasi ilmiah internasional kehati Indonesia berasal dari institusi non-Indonesia. Selama tahun 1990-2015, proporsi penulis dari institusi Indonesia cenderung rendah dibandingkan dengan proporsi penulis dari institusi non-Indonesia. Berdasarkan hasil wawancara dengan para pakar, rendahnya publikasi yang dihasilkan penulis Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: publikasi yang dihasilkan berasal dari mahasiswa S2 dan S3 yang bersekolah di luar negeri; peneliti Indonesia kurang fokus dalam melakukan penelitian; kurangnya etos kerja peneliti Indonesia dibandingkan dengan peneliti asing serta kurangnya kemampuan komunikasi ilmiah dari peneliti Indonesia. Selain itu, faktor lainnya adalah bangsa asing terlebih dahulu memiliki budaya penelitian di Indonesia; pendanaan penelitian kehati Indonesia cenderung lebih rendah dibandingkan dengan dana riset kolaboratif; ketimpangan peralatan yang digunakan serta kurangnya kapasitas peneliti Indonesia juga turut menjadi penyebab rendahnya kontribusi penulis Indonesia dalam publikasi internasional.