Indikator Penelitian

Indonesia sebagai negara anggota UNESCO, semenjak tahun 1980-an telah melakukan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data IPTEK dengan menggunakan konsep Frascati Manual. Pada saat itu Biro Koordinasi dan Kebijaksanaan Ilmiah-LIPI membentuk suatu pangkalan data Iptek yang akhirnya menghasilkan luaran Direktori Tenaga Peneliti; Direktori Kelembagaan; dan Direktori Kegiatan Penelitian. Kegiatan tersebut berlanjut sehingga berhasil menghasilkan suatu Indikator Iptek makro dengan menggunakan data statistik tenaga kerja iptek dan anggaran iptek. Selama kurun waktu tertentu yang cukup lama, data dan indikator yang dihasilkan terbukti sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan pengembangan IPTEK di Indonesia. Namun sayangnya, kegiatan ini tidak berlanjut.
Baru pada tahun 1990 dan berakhir pada tahun 1993, BPPT dan LIPI menyelenggarakan proyek penyusunan indikator Iptek. Dengan dana pinjaman dari Bank Dunia serta bantuan para ahli dari beberapa negara OECD, dilakukan survei IPTEK khususnya dibidang industri. Pada tahun 1993 proyek ini telah menghasilkan sebuah Laporan yang memaparkan dan menganalisa kondisi Iptek di Indonesia. Laporan yang diberi judul  S&T Indicator Of Indonesia 1993,1st Edition (PAPPIPTEK – BPPT/KMNRT) atau sering disebut sebagai buku batik, secara cukup komprehensif memuat indikator Iptek di tiga sektor utama yaitu pemerintah, industri dan perguruan tinggi. 
Keberlanjutan laporan Indikator Iptek sangatlah dibutuhkan, namun dengan berakhirnya proyek tersebut, tidak ada lagi Indikator Iptek Nasional yang komprehensif. Sebagai gantinya muncul lah beberapa versi laporan Indikator sampai pada tahun 2002  yaitu:   
•    Indikator Iptek Indonesia 1995 dan seterusnya s/d 2002, disusun PAPPIPTEK (tidak selengkap buku batik)
•    Buku Saku INDIKATOR IPTEK INDONESIA, Tahun 2003 dan 2004 (kerja sama PAPPIPTEK dan KMNRT)
•    Kajian INDIKATOR IPTEK INDONESIA, Tahun 2003 dan 2004 (kerja sama PAPPIPTEK dan KMNRT)
Sejak tahun 2005, telah digagaskan kembali langkah mewujudkan kesinambungan penerbitan buku indikator iptek Indonesia secara berkala. Pelaksanaan gagasan penerbitan kembali buku indikator iptek Indonesia 2006 dilakukan oleh LIPI, khususnya Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek-LIPI).
Penerbitan kembali buku indikator iptek Indonesia 2006 ini telah terwujud, dengan mempertahankan dan meningkatkan semangat kerjasama para pihak yang berperan dan berkepentingan dengan indikator iptek,  baik dari  LIPI, Kedeputian dalam Kementerian Ristek, BPPT, Bappenas, BPS dan Ditjen Perguruan Tinggi. Selanjutnya sampai pada tahn 2013 telah terbit buku indikator iptek Indonesia 2006, kita boleh berbangga hati  atas keberhasilan penghimpunan kembali informasi dan data indikator dari berbagai pihak selama ini menangani data indikator iptek. Buku indikator iptek Indonesia  ini, secara relatif telah dapat menunjukkan keadaan, capaian dan kecenderungan dalam dalam 15 tahun terakhir di bidang iptek dan pembangunan, yaitu: i) pembangunan iptek itu sendiri, dan;  ii) peranan iptek dalam pembangunan. 

Kegiatan Indikator IPTEK dan Inovasi
Lihat Selengkapnya
Publikasi Indikator IPTEK dan Inovasi
Lihat Selengkapnya