Upaya Meningkatkan Iptek untuk Keunggulan Bangsa Indonesia

-
28 April 2017

Ilmu pengetahuan dan teknologi sejak lama telah menjadi salah satu modal untuk menggerakkan pembangunan bangsa karena iptek dapat dimanfaatkan untuk menjawab tantangan global dan memenuhi kebutuhan masyarakat.  Beragam penemuan dan inovasi telah dicapai melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), seperti di bidang pengolahan makanan, obat-obatan, penyembuhan penyakit, dan transportasi.

 

Perkembangan iptek yang kian lama kian maju mengantarkan kecerdasan dan kesejahteraan pada suatu bangsa.  Beragam penemuan atau hasil penelitian yang mendunia demi kemaslahatan orang banyak bahkan dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.  Tidak heran tiap negara pun terus memacu diri untuk memperoleh hasil penemuan dan inovasi melalui penelitian di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang pada akhirnya akan berguna bagi kepentingan masyarakat.

Mengingat penting dan besarnya manfaat pengembangan iptek, Indonesia mengakomodasi pendanaan bagi berbagai penelitian anak-anak bangsa secara berkelanjutan.

Penelitian teknologi, sains, dan inovasi tersebut dapat mencakup berbagai bidang, antara lain, makanan dan pertanian, ketahanan pangan, kesehatan dan kedokteran, informasi dan komunikasi, transportasi, nanoteknologi, teknologi pertahanan, dan energi terbarukan.

 

Pada akhirnya, hasil penelitian itu akan mendorong kemajuan bangsa Indonesia.

 

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir menekankan bahwa penelitian harus menghasilkan inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Ke depan, penelitian bisa memberi manfaat bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Nasir.

 

Menurut dia, pengembangan iptek bukan hanya bicara tentang dana yang ada, melainkan lebih pada penelitian yang harus menghasilkan inovasi yang benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Untuk itu, Indonesia terus berupaya meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi unggul, salah satunya dengan terbuka terhadap berbagai kerja sama internasional, termasuk melalui kemitraan dengan Inggris. Indonesia dan Inggris berkolaborasi untuk meningkatkan inovasi penelitian, pengembangan sains, dan teknologi melalui dana kemitraan. "Total anggaran yang dikeluarkan untuk skema kemitraan ini adalah 14,5 juta poundsterling atau Rp240 miliar," ungkapnya.

 

Dana kemitraan tersebut diluncurkan pada bulan Maret 2016 dan akan berlangsung hingga 2021.

"Kita harus memperhitungkannya (dana penelitian) dengan benar. Jangan seperti membuang garam ke laut, dana tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang tidak berguna, tetapi harus untuk membiayai penelitian guna memberi manfaat dan nilai bagi masyarakat," katanya.

 

Semua peneliti, penemu, dan inovator Indonesia didorong untuk berkolaborasi dengan universitas di Inggris dalam rangka menghasilkan lebih banyak inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hasil penelitian itu kemudian juga dapat dimanfaatkan perusahaan "start up" di Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan internasional.

Melalui skema kemitraan tersebut, semua peneliti bisa memanfaatkan peluang melakukan penelitian sepenuhnya melalui dana kemitraan sehingga dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Nasir meminta agar hasil penelitian seharusnya tidak hanya menjadi setumpuk kertas yang tersimpan di perpustakaan, tetapi harus menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

 

Sementara itu, Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Moazzam Malik mengatakan bahwa kemitraan Inggris dan Indonesia terkait dengan pendanaan penelitian bertujuan mewujudkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia yang unggul dan bertaraf internasional. "Harapannya adalah untuk research (penelitian), teknologi, dan inovasi yang nyata yang akan memberi manfaat kepada masyarakat Indonesia. Akan tetapi, juga untuk menciptakan kebudayaan ilmiah, kebudayaan riset bertaraf internasional," kata Dubes Moazzam Malik.

 

Dalam merealisasikan harapan Indonesia untuk meningkatkan daya saing di kancah internasional, perlu sumber daya manusia yang bersaing di tingkat dunia, termasuk dalam dunia penelitian, inovasi, dan teknologi.  "Bersama-sama kita telah membuat komitmen pendanaan kurang lebih 8 juta poundsterling untuk menstimulasi komunitas-komunitas iptek di kedua negara untuk berkolaborasi," ujarnya.

 

Untuk meningkatkan peran ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap pembangunan Indonesia sekaligus membawa kegiatan riset Indonesia ke tataran internasional, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bersama pemerintah Inggris melalui British Council di Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada bulan Maret 2016 telah meluncurkan kemitraan penguatan dan pendanaan riset dan inovasi bernama UK-Indonesia Science & Technology Fund.

"Newton Fund adalah bentuk kemitraan yang kami tawarkan. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berkerja sama stakeholders (pemangku kepentingan) di Inggris dan Indonesia untuk mengidentifikasi topik-topik pengembangan iptek yang menjadi prioritas bersama," tutur Dubes Moazzam yang fasih berbahasa Indonesia itu.

 

Kerja sama melalui pendanaan pengembangan penelitian iptek itu diharapkan dapat memberikan hasil penelitian yang nyata dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekaligus menciptakan kecerdasan bangsa.  "Partisipasi berbagai lembaga ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mewujudkan budaya iptek unggul di Indonesi

tinggalkan pesan